Akar Kehidupan

Saya (mungkin saja anda tidak) terkadang lupa, hubungan dengan Allah (hablum-minallah) tidak bisa mengabaikan hubungan dengan sesama manusia (hablum-minannaas). Karena keduanya meruapakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Yang apabila dipaksakan terpisah akan memunculkan ketimpangan, juga kepincangan yang tidak seimbang.

Anda boleh tidak setuju dengan saya, dan anda kalo bisa harus tidak setuju dengan saya. Mungkin anda punya definisi lain mengenai hal di atas.
Meskipun begitu seharusnya, tetap saja dalam ranah faktual, konsep doktrin di atas merupakan hal yang sulit untuk dijalankan (khususnya bagi saya). Maka beruntunglah bagi orang yang sudah mempunyai bakat bersosialisasi, sehingga tidak kesulitan ketika menghadapi manusia lain dan membangun hubungan saling cinta-kasih sesama manusia. Bagi saya, bersosialisasi merupakan hal yang memerlukan ikhtiar yang lebih. Maka sekali lagi beruntunglah kalian.
Kemampuan bersosialisasi -kemampuan yang itu akan mempermudah pelaksanaan tanggungan, amanat yang telah Tuhan berikan.

Sebentar...

Tanggungan?

Amanat yang Tuhan berikan?

Memangnya apa?

Segala sesuatu hal pasti mempunyai maksud dan tujuan kenapa sesuatu itu ada. Bahkan latar belakang merupakan syarat mutlak keilmiahan makalah apabila anda berkuliah. Dari hal yang besar sampai hal yang sepele seperti gelas, meja, kursi dll, apabila anda mencoba merenunginya pasti anda akan menemukannya.
Itulah sebabnya Rasulullah saw. berkhalwat (menyendiri) di Gua Hira adalah untuk berkontemplasi, merenung, tentang esensi manusia dan asal usul manusia juga tujuan manusia hidup. Sampai mencapai tingkat spritual tertinggi sehingga Rasul telah menjadi wadah yang siap menerima Firman Tuhan.

Sebelum manusia berproses menumbuhkan cabang, maka sebaiknya ia menanam akar yang kuat terlebih dahulu. Salah satunya dengan kontemplasi, merenungi esensi manusia yang sebenarnya, asal usul manusia dan tujuan hidup manusia

Lantas apa akarnya?

Proses pencarian ini berlaku selama liku-liku hidup kita yang tidak memakan waktu hanya 1-2 hari tapi selama hayat dikandung badan. Dan apa yang anda dapatkan itu tidak ada yang mutlak benar karena tentang penemuan akar ini sifatnya relatif. Tapi kalo komposisinya benar maka kita akan menemukan titik temu yang mempunyai kemiripan.

Atau anda ada yang telah menemukan? Sharing di bawah akan membuat kawan-kawan kita terbantu dalam menemukannya^^.

Bersambung...

0 Response to "Akar Kehidupan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel